Adakah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan..? mungkin ada mungkin juga tidak. Hari kemenangan telah lewat. Masih teringat suasana lebaran bersama keluarga yang sudah lama tidak jumpa. Bertemu dan saling bersilahturahmi meninggalkan kesan tersendiri saat semua itu berakhir. Dalam satu atap keluarga berkumpul. Dari yang tua sampai yang muda. Bercerita dan becanda seolah suasana begitu indah. Melupakan semua masalah diantara mereka.
Yang perempuan sibuk di dapur dan yang lelaki santai di aula sambil menceritakan bagaimana dan apa yang dialami selama ini. Dengan sebungkus rokok DJARUM yang ditemani beberapa gelas kopi yang di sediakan oleh keluarga yang perempuan. dan perbincangan antara keluarga yang lelaki begitu menjadikan suasana semakin akrab penuh dengan kebersamaan.
Aku dan keluarga besarku merayakan hari kemenangan di rumah nenek. Setiap hari lebaran kami dan keluarga mengunjungi rumah nenek untuk bermaaf-maafan dengan salah satu keluarga yang pernah berbuat salah. Betapa indahnya jika sebuah keluarga bisa menciptakan suasana yang begitu akrab, seandainya bukan hari lebaran saja kami bisa berkumpul seperti itu.
Mempunyai keluarga besar tidak mungkin jika tidak mempunyai masalah antara keluarga. Setiap masalah mungkin sulit di atasi. Harapan besar dari sebuah keluarga adalah jangan sampai putusnya tali silaturahmi. Walaupun salah satunya sibuk dengan urusannya masing-masing. Dengan hari yang penuh MAAF lantas wewenang apa yang masih dipunyai dalam soal memberi maaf
Hari-hari ini, minggu depan, mungkin dua minggu. Begitu banyak kata “maaf” digelar. Di atas kartu, di gelombang radio, di televisi, di internet, ataupun sms dan telepon. Dan kita pun merasa kata “maaf “ jadi kurang bermakna lagi hari-hari ini. Karena, kta pun tau, betapa sebetulnya tidak gampang meminta atau memberi maaf.
Meminta maaf bukan melulu dilakukan lantaran sebelumnya telah melakukan kesalahan. Sementara, celakanya, kta pun sering kali tidak sadar telah berbuat salah, jangankan bentuk kesalahannya, tapi kepada siapa pun kita tidak tahu
Padahal. Seringkali kita pun kita tidak gampang memaafkan diri kita sendiri, kenapa susah betul melupakan kesalahan yang padahal kita buat sendiri. Apalagi kalau orang lain yang buat salah.?
Selesai berkumpul dengan meninggalkan banyak kata “maaf” satu-persatu masing-masing pergi meninggalkan..
Hari-hari ini setelah hari itu, jangankan memberikan maaf dan satu bungkus Rokok DJARUM dan beberapa gelas kopi disaat berkumpul, malah yang terlihat dan terdengar hanya kata dan ucapan Apa Kabar, selebihnya dipikir-pikir dahulu sebelum memberi kata “maaf”
| Follow @pengen_lihatgak |





















pertamax dulu baru bacaa
maaf maafan ajah massss
Selamat malam, datang mengunjungi sahabat, semoga tidak bosan menerima kunjunganku ini
Minal Aidin Wal Faidzin
met idul fitri ;)