Upacara pembuka untuk Piala Dunia 2010 bukan hanya kegiatan seremonial semata. Ajang tersebut juga dijadikan sebagai sarana untuk mempromosikan lagu Piala Dunia 2010 mendatang. Lagu tersebut diharapkan The Vuvuzela. Dalam bahasa Afrika, Vuzusela berarti terompet. Di masa lalu, alat tersebut digunakan untuk memanggil para penduduk untuk melakukan rapat. Keberadaan Vuzuzela memang tak bisa dilepaskan dari sepakbola Afrika.
Terompet tersebut sudah menjadi semacam piranti resmi bagi para pecinta sepakbola Afrika Selatan (Afsel). Setiap ada pertandingan sepakbola, hampir bisa dipastikan para penikmat sepakbola Afsel bakal membunyikan Vuvuzela. Itu juga terjadi di Piala Konfederasi 2009. Sepanjang pertandingan, bunyi Vuvuzela selalu memenuhi seisi stadion. Tapi, tak semua para suporter di dalam stadion terlihat senang dengan bunyi-bunyian yang dihasilkan dari Vuvuzela tersebut. Sebab, suara yang keluar dari moncong Vuvuzela sangat memekakkan telinga. ‘’Suara yang dikeluarkan seperti sebuah suara dari tawon.
Sepanjang pertandingan itu sangat menjengkelkan,’’ terang Thao, salah seorang pembaca Goal dari Vietnam setelah menyaksikan partai antara Spanyol versus Selandia Baru seperti dilansir Goal. Kontroversi berlanjut saat Jonathon membalas pernyataan Thao. Menurutnya, bunyi-bunyian yang dihasilkan Vuvuzela masih sebatas dalam kewajaran. Sumber :HarianSumut 

| Follow @pengen_lihatgak |





















Jadi pengen buru2 nonton piala dunia neh...
lebih keren kita disini donk..lebih kreatif..
klo nonton bola..pake botol air mineral,balok, sampe gas air mata..
sudah gak sabar...nunggu hari H nya...
How To Take A Screenshot on Windows PC :heart: :heart: :heart:B-)B-)B-)
bola..bola..bola...